Sedang memuat....Cara Instal dan Setting Plugin W3 Cache untuk WordPress....

Cara Instal dan Setting Plugin W3 Cache untuk WordPress

Cara Instal dan Setting Plugin W3 Cache untuk WordPressW3 Total Cache adalah plugin yang sangat populer digunakan oleh para blogger untuk mengurangi beban loading website mereka, terutama yang berbasis CMS wordpress. Secara sederhana fungsi plugin ini sebagai tempat penyimpanan halaman website, lalu dikirimkan kepada visitor/pengunjung website tersebut. Dengan sistem kerja seperti itu pengunjung bisa mengakses website kamu lebih cepat dan juga akan meringankan kerja CPU pada hostingnya.

Hingga artikel ini tayang, plugin W3 total cache sudah digunakan oleh 1 juta pengguna aktif. Hal ini menandakan betapa efektifnya plugin ini untuk mengurangi beban website kamu. Kamu bisa melakukan setting yang cukup banyak karena telah disediakan banyak fitur, salah satunya yang cukup berguna yaitu gzip compression yang bisa menghemat beban bandwith sampai 80%.

Pertama, untuk bisa menggunakan plugin kece ini kamu harus install dahulu ke blog wordpress kamu.

Cara Install

Masuk ke tab plugin yang ada di samping kiri halaman edit wordpress kamu.

Pilih add new/tambah baru. Cari dengan kata kunci wp3 total cache. pilih, install, dan jangan lupa aktifkan.

Fitur General Setting

Jika selesai melakukan instalasi, kamu langsung masuk ke tab Performance yang ada di bagian kiri halaman edit blog worpress kamu. Pilih General Setting.

General -> fitur ini berisi preview halaman untuk tes skenario settingan kamu sebelum benar-benar diaktifkan pada web.

Page Cache -> Pada fitur ini kamu bisa mengaktifkan caching-pages yang mana fungsinya untuk menurunkan waktu respon di website kamu atau sederhana untuk mempercepat respon website. Untuk fitur Page Cache Method sendiri bisa menyesuaikan dengan server yang kamu gunakan, seperti shared hosting, semi-dedicated atau dedicated. Jika kamu menggunakan Shared Hosting pilih Enhanced, jika menggunakan VPS dan memiliki APC kamu harus pilihan yang sesuai. Bisa cek di halaman ini : http://www.htpcbeginner.com/alternative-php-cache-with-w3-total-cache-for-wordpress/

Minify -> Fitur minify berfungsi mengurangi ukuran file HTML, CSS, dan JS hingga 10%. Namun, jika kamu sudah menggunakan fitur Cloudfare di hosting kamu, maka fitur ini sebaiknya tidak usah digunakan karena fungsinya sama saja.

Opcode Cache -> Apabila kamu mengaktifkan fitur ini maka setiap file akan melakukan update cache ke versi terbaru. File tersebut disimpan dalam memori server.

Database Cache -> Biarkan saja fitur ini tidak aktif, terutama jika kamu memakai hosting tipe shared-hosting karena malah bisa memperlambat loading website kamu.

Object Cache -> Fitur ini hampir sama seperti Database Cache, saran kami lebih baik baik menggunakan konfigurasi standar.

Browser Cache -> Dengan mengaktifkan fitur ini beban server kamu akan lebih ringan, pengunjung akan menerima cache dalam browser dan ini akan mempercepat waktu pengambilan data.

CDN -> CDN sendiri adalah singkatan dari Content Delivery Network, jadi fitur ini berfungsi untuk menyimpan konten statis yang sering dipakai oleh server. Hal ini dapat membantu beban server, mengurangi waktu loading dan yang paling penting akan tetap membuat website kamu aktif meski terjadi serangan virus/DDOS. Namun, CDN bisa menyesuaikan kebutuhan website, layaknya Cloudflare atau MaxCDN.

Reverse Proxy -> Fungsi Reverse Proxy adalah mengukur skala server sebelum diproses oleh WordPress. Server yang digunakan adalah Varnish.

Monitoring -> Fitur ini menggunakan New Relic, jika kamu sudah paham dengannya maka bagian Monitoring akan sangat berguna. Sebelumnya kamu harus konfigurasi akun New Relic untuk dapat data detail mengenai kerja website dan juga server kamu.

Fragment Caching -> Kamu bisa menggunakan fitur ini untuk melakukan proses caching pada halaman tertentu saja.

Licensing -> Di sini kamu bisa memasukkan kode lisensi plugin w3 total cache. Harga lisensinya sekitara $99 pertahun.

Miscellaneous -> Untuk bagian ini tidak usah melakukan perubahan cukup gunakan yang standar saja. Fungsi fitur ini adalah mengaktifkan kecepatan di halaman Google Widget dashboard, edge mode dan lain sebagainya.

Debug -> Kamu bisa mengetahui info detail setiap cache dalam komenter HTML di bagian source code. Namun, pekerjaan ini tidak bisa optimal jadi tidak perlu diaktifkan jika sudah tidak terpakai.

Import/Export Setting -> Seperti namanya kamu bisa melakukan import/export setting plugin W3 Total Cache di fitur ini.

Page Cache

Minify

Untuk bagian ini kamu lebih baik menggunakan pengaturan standar yang sudah direkomendasikan atau langsung save aja tanpa melakukan perubahan apapun setelah proses instal.

Database Cache dan Object Cache

Ini juga sama tidak perlu melakukan perubahan apapun setelah proses instalasi.

Browser Cache

Check pada Security Header > HTTP Strict Transport Security Policy. Jika masih kebingungan bisa cek gambar di bawah ini.

CDN

Tidak perlu memberikan perubahan apa-apa untuk fitur ini. Nmaun, jika kamu memakai MaxCDN cukup aktifkan “Enable” di bagian checkbox. Kalau Cloudflare ada paga bagian Extensions.

Fragment Cache

Tidak perlu melakukan perubahan.

Monitoring

Jika kamu rasa perlu menambahkan New Relic, aktifkan saja. Kami sarankan untuk tidak menggunakan fitur ini.

Extensions

Kamu bisa menambahkan fitur tambahan di sini seperti Cloudflare.

Situs Cek Speed Web

Jika sudah melakukan semua setting di atas kamu bisa melakukan pengecekan speed website kamu. Beberapa situs di bawah ini bisa kamu coba untuk perbandingan kecepatan website kamu.

  1. WebPagetest
  2. Google Page Speed
  3. Pingdom
  4. GTMetrix

Settingan Aman

Di bawah ini adalah settingan aman yang bisa kamu adaptasi untuk plugin W3 Total Cache kamu.

  • Page Cache: Enable.
  • Page Cache Method: Disk Enhanced
  • Minify Cache: Gunakan Enable
  • Minify Mode: Pilih Auto
  • Minify Cache Method: Disk
  • Database Cache: Gunakan Enable
  • Database Cache Method: Disk
  • Object Cache: Pilih Unchecked
  • Browser Cache: Enable.
  • CDN: Pilih Unchecked
  • Reverse Proxy: Pilih Unchecked

Kesimpulan

Kini kita sudah mengetahui fungsi dari fitur-fitur yang ada di plugin W3 Total Cache. Kamu sekarang saatnya menentukan apakah plugin ini cocok dipakai untuk website kamu atau tidak. Semua fitur yang ada di plugin ini bisa diatur sesuai kebutuhan website kamu. Setidaknya terdapat 10 halaman pengaturan di plugin ini untuk mengatur cache website kamu.

Demikian informasi dari kami mengenai Cara Instal dan Setting Plugin W3 Cache untuk WordPress,  semoga bermanfaat dan jangan lupa share ke media sosial kamu!

Cara Instal dan Setting Plugin W3 Cache untuk WordPress | pakiswah | 4.5